Artikel & Berita

Baca artikel dan berita terbaru seputar kegiatan masjid dan kajian Islam

Filter Kategori
Spirit Kebersamaan: Gerakan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Tarai Bangun dalam Pembangunan Masjid Artikel
16 Apr 2026
Admin

Spirit Kebersamaan: Gerakan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Tarai Bangun dalam Pembangunan Masjid

Pekanbaru — Semangat kebersamaan menjadi kekuatan utama dalam gerakan pembangunan masjid yang digagas oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah Tarai Bangun. Di tengah dinamika kehidupan masyarakat modern, nilai gotong royong yang dihidupkan kembali oleh warga Muhammadiyah di Tarai Bangun menjadi bukti bahwa persatuan umat masih menjadi fondasi penting dalam membangun peradaban Islam.Pembangunan masjid bukan sekadar mendirikan bangunan fisik, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan spiritual dan sosial masyarakat. Masjid diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat, pendidikan, dan kegiatan sosial kemasyarakatan.Ketua pembangunan Masjid Sunrayo mengungkapkan bahwa proses pembangunan ini merupakan hasil dari kerja sama seluruh elemen masyarakat. Ia menuturkan bahwa sejak awal, pembangunan masjid ini dirancang bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi sebagai pusat aktivitas umat yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekitar.“Pembangunan masjid ini adalah wujud nyata dari semangat kebersamaan. Kami melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi, baik dalam bentuk tenaga, pikiran, maupun dukungan material. Ini menjadi kekuatan utama dalam mempercepat proses pembangunan,” ujarnya.Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, pemuda, hingga ibu-ibu, menunjukkan bahwa masjid benar-benar menjadi milik bersama. Dengan demikian, diharapkan keberadaan masjid nantinya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh lapisan masyarakat.Sementara itu, pengurus Pimpinan Ranting Muhammadiyah Tarai Bangun menegaskan bahwa gerakan ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan karakter umat. Masjid diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan yang mampu melahirkan generasi yang religius, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian sosial tinggi.Semangat gotong royong yang terus terjaga dalam proses pembangunan ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai kebersamaan masih hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Hal ini sekaligus memperkuat peran masjid sebagai pusat peradaban Islam yang tidak hanya kokoh secara fisik, tetapi juga kuat dalam nilai spiritual dan sosial. Melalui gerakan ini, Pimpinan Ranting Muhammadiyah Tarai Bangun berharap pembangunan Masjid Sunaryo dapat segera rampung dan menjadi pusat kegiatan umat yang membawa manfaat luas bagi masyarakat Tarai Bangun dan sekitarnya.
Tabligh Akbar Nuzulul Qur’an Bersama Rektor UMRI Saidul Amin: Menguatkan Iman dan Nilai Qur’ani Artikel
16 Apr 2026
Admin

Tabligh Akbar Nuzulul Qur’an Bersama Rektor UMRI Saidul Amin: Menguatkan Iman dan Nilai Qur’ani

Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Nuzulul Qur’an menjadi momen penting bagi umat Islam untuk kembali menghayati makna turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup. Kegiatan ini semakin bermakna dengan kehadiran Rektor Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), Saidul Amin, yang menyampaikan tausiyah inspiratif kepada para jamaah.Nuzulul Qur’an merupakan peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW yang menjadi awal perubahan besar dalam peradaban manusia. Melalui momentum ini, umat Islam diajak untuk tidak hanya membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.Dalam tausiyahnya, Saidul Amin menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama, terutama di tengah tantangan era digital yang semakin kompleks. Menurut beliau, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kekuatan iman agar manusia tidak kehilangan arah dalam menjalani kehidupan.Kegiatan Tabligh Akbar ini juga menjadi sarana untuk membangun generasi Qur’ani, yaitu generasi yang berakhlak mulia, berilmu, dan mampu menjadikan Al-Qur’an sebagai landasan dalam berpikir dan bertindak. Hal ini sangat penting, khususnya bagi mahasiswa dan generasi muda sebagai penerus bangsa.Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran jamaah yang memadati lokasi acara. Mereka mengikuti rangkaian kegiatan dengan khidmat, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an hingga penyampaian tausiyah.Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat mencintai Al-Qur’an semakin tumbuh di tengah masyarakat. Tabligh Akbar Nuzulul Qur’an bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi momentum refleksi untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keimanan.
Sinergi Berkemajuan: UMRI dan PCM Bukit Raya Hadirkan Solusi Ekonomi hingga Literasi Umat Artikel
05 Feb 2026
Admin

Sinergi Berkemajuan: UMRI dan PCM Bukit Raya Hadirkan Solusi Ekonomi hingga Literasi Umat

prmtaraibangun.or.id — Kolaborasi konkret antara Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dengan struktur pimpinan persyarikatan kembali ditunjukkan oleh Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) bersama Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Aisyiyah (PCA) Bukit Raya.Pada Senin (26/1/2026), kedua pihak secara resmi meluncurkan rangkaian program pemberdayaan masyarakat yang bertempat di Kantor PCM/A Bukit Raya, Pekanbaru. Langkah ini menjadi bukti nyata kehadiran Muhammadiyah dalam memberikan solusi bagi persoalan umat.Lima Pilar Program PemberdayaanTidak tanggung-tanggung, kolaborasi ini melahirkan lima program strategis sekaligus, yakni:Perpustakaan Labuai Madani: Pusat literasi warga.Bank Sampah ‘Sang Surya’: Inovasi lingkungan bernilai ekonomis.Kantor Layanan (KL) Lazismu: Penguatan filantropi Islam.Program Cinta Al-Qur’an: Penguatan spiritualitas.Kursus Bahasa Asing: Mencakup Bahasa Inggris, Mandarin, Arab, dan Prancis untuk peningkatan skill SDM.Ketua Panitia, Mizan Asnawi, melaporkan bahwa beberapa program bahkan sudah berjalan efektif. "Perpustakaan Labuai Madani sudah beroperasi dua bulan terakhir. Sedangkan untuk KL Lazismu, ini melengkapi jaringan 120 kantor layanan yang ada, dan hari ini langsung dirangkai dengan penyaluran bantuan sosial dan pendidikan," ungkapnya.Inovasi: Sampah Menjadi EmasSorotan khusus tertuju pada program Bank Sampah Sang Surya. Rektor UMRI, Dr. Saidul Amin, MA., memberikan apresiasi tinggi atas inovasi ini. Bekerja sama dengan Pegadaian, program ini memungkinkan masyarakat menukar sampah menjadi tabungan emas."Kita menghadirkan inovasi bahwa sampah tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi dapat dikelola secara produktif hingga bernilai ekonomi. Harapannya, model pemberdayaan ini bisa direplikasi tidak hanya di Riau tapi di seluruh Sumatera," ujar Saidul Amin.Menghidupkan Kembali Pusat DakwahKetua PCM Bukit Raya, Dr. Aidil Haris, menjelaskan bahwa peluncuran ini juga bertujuan untuk merevitalisasi aset persyarikatan. Lokasi kantor PCM yang sebelumnya belum optimal, kini diproyeksikan menjadi sentra aktivitas umat yang hidup."Ke depan, kami berharap komplek ini dikelola berkelanjutan bersama UMRI. Selain sebagai pusat dakwah, tempat ini bisa menjadi laboratorium pembelajaran nyata bagi mahasiswa FKIP UMRI," tuturnya.Dukungan pun mengalir dari pemerintah. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru, Drs. H. Muhammad Amin, MSi., menilai sinergi ini sejalan dengan visi pemerintah kota. Menurutnya, literasi adalah fondasi karakter masyarakat, bukan sekadar kemampuan membaca, tapi kemampuan mengolah informasi secara kritis.Sinergi antara kampus dan cabang ini diharapkan menjadi role model bagaimana Muhammadiyah bergerak serentak: mencerahkan semesta, memberdayakan sesama.
Fikih Thaharah: Memastikan Keabsahan Salat Dimulai dari Bersuci yang Benar Artikel
05 Feb 2026
Admin

Fikih Thaharah: Memastikan Keabsahan Salat Dimulai dari Bersuci yang Benar

prmtaraibangun.or.id – Salat adalah tiang agama, namun tiang itu tidak akan berdiri kokoh jika fondasinya rapuh. Fondasi utama dalam ibadah salat adalah thaharah atau bersuci. Jika bersucinya tidak sah, maka salatnya pun tidak akan diterima.Penegasan tersebut disampaikan oleh Anggota Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ustaz Syakir Jamaluddin, dalam kajiannya di Masjid KH Ahmad Dahlan UMY, Selasa (3/2). Ia mengingatkan jamaah dengan mengutip sabda Nabi Muhammad Saw., bahwa "Kunci salat adalah bersuci."Hilangkan Najis Sebelum WuduSeringkali masyarakat keliru dalam urutan bersuci. Ustaz Syakir menekankan bahwa thaharah bukan sekadar membasuh air ke anggota wudu. Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah memastikan tubuh, pakaian, dan tempat salat terbebas dari najis.“Najis harus dihilangkan terlebih dahulu sebelum wudu atau mandi. Kalau najis masih melekat di badan atau pakaian, maka wudu atau mandi itu tidak ada gunanya,” tegasnya.Adapun najis yang wajib dibersihkan meliputi kotoran manusia (tinja dan air kencing), darah, nanah, daging babi, bangkai (kecuali ikan dan belalang), jilatan anjing, serta cairan mazi dan wadi.Pandangan Tarjih Mengenai AirDalam kesempatan tersebut, dijelaskan pula klasifikasi air menurut Putusan Majelis Tarjih Muhammadiyah. Hal ini penting agar warga persyarikatan tidak ragu dalam menggunakan air.Air Mutlak: Air yang suci dan mensucikan (air hujan, sungai, laut, embun, salju, dan zamzam).Air Mustakmal: Air bekas wudu atau mandi. Berbeda dengan sebagian pendapat lain, Tarjih Muhammadiyah memandang air ini tetap sah digunakan untuk bersuci selama zat airnya tidak berubah.Air Musyammas: Air yang terjemur matahari. Tarjih menegaskan air ini boleh digunakan. Adapun hadis yang menyebutkan air ini bisa menyebabkan kusta/lepra dinilai berstatus lemah bahkan palsu. Larangan penggunaan hanya berlaku jika ada bukti medis yang menyatakan berbahaya bagi kesehatan.Sementara itu, air yang tidak bisa dipakai bersuci adalah air mutanajis (terkena najis hingga berubah bau, rasa, atau warna) dan air yang suci tapi tidak mensucikan (seperti air teh, kopi, atau kelapa).Meluruskan Tata Cara TayamumKetika tidak ada air, Islam memberikan keringanan (rukhsah) berupa tayamum. Ustaz Syakir meluruskan praktik tayamum yang sering diajarkan di sekolah dasar, yakni tepukan dua kali hingga siku.“Berdasarkan hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim, tata cara tayamum yang kuat adalah menepukkan kedua telapak tangan ke debu, mengibaskannya, lalu mengusap wajah dan punggung kedua telapak tangan (pergelangan),” jelasnya. Jadi, tidak perlu sampai ke siku.Sebagai penutup, ia mengajak warga Muhammadiyah untuk terus memperdalam ilmu fikih, khususnya melalui buku Tanya Jawab Agama terbitan Suara Muhammadiyah, agar ibadah yang kita lakukan benar-benar sesuai dengan tuntunan Rasulullah Saw."Thaharah adalah pintu ibadah. Kalau pintunya tidak benar, maka ibadah di dalamnya juga bermasalah," pungkasnya.
Menjemput Kembali Era Keemasan Islam Melalui Manhaj Tarjih Muhammadiyah Artikel
05 Feb 2026
Admin

Menjemput Kembali Era Keemasan Islam Melalui Manhaj Tarjih Muhammadiyah

prmtaraibangun.or.id – Kejayaan peradaban Islam di masa lalu, yang sering dikenal sebagai The Golden Age of Muslim History, bukanlah sekadar sejarah yang harus dikenang, melainkan sebuah visi masa depan yang harus diraih kembali. Upaya untuk mengembalikan peradaban utama ini terletak pada pemahaman keislaman yang otentik dan utuh, sebagaimana yang tertuang dalam Manhaj Tarjih Muhammadiyah.Hal tersebut menjadi pesan penting yang disampaikan oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Kiai Saad Ibrahim, dalam acara Pelatihan Kader Tarjih Nasional Bagian Barat sekaligus Tabligh Akbar Milad ke-113 Muhammadiyah di Gedung PWM Sumatera Selatan, Rabu malam (4/12).Menurut Kiai Saad, Muhammadiyah memandang Islam sebagai agama yang kaffah (menyeluruh), yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia dari lahir hingga wafat. Namun, kesempurnaan ajaran ini memerlukan agen-agen perubahan untuk membumikannya di tengah masyarakat.Oleh karena itu, forum-forum keilmuan seperti pelatihan kader tarjih memegang peranan vital. Harapannya, para kader yang lahir dari rahim perkaderan ini mampu menjadi penyebar nilai-nilai Islam yang murni, sekaligus memberikan solusi atas berbagai problematika yang dihadapi umat manusia saat ini."Pemahaman Islam di Muhammadiyah begitu sempurna dan otentik. Dengan pelatihan ini, kita berharap lahir ulama-ulama Tarjih yang tidak hanya paham agama, tetapi juga mampu memajukan kehidupan," tegas Kiai Saad.Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa penerapan Manhaj Tarjih dalam memahami Islam adalah strategi untuk menjadikan umat Islam lebih unggul (khaira ummah). Kemajuan yang dibangun di atas fondasi Islam ini memiliki sifat universal; manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh kaum muslimin, tetapi juga menjadi rahmat bagi seluruh alam.Kiai Saad juga menyoroti fenomena kemajuan peradaban Barat saat ini. Ia mengingatkan bahwa tak bisa dipungkiri, kemajuan sains dan teknologi yang dicapai Barat memiliki "utang budi" pada peradaban Islam masa lalu. Sayangnya, Barat mengadopsi sisi keilmuan tersebut namun melepaskannya dari nilai-nilai teologis (ketuhanan).Akibatnya, kemajuan yang terjadi sering kali menimbulkan kerapuhan akhlak dan gaya hidup yang lepas kendali. Ilmu tanpa bingkai iman, menurut Kiai Saad, berpotensi melahirkan kepongahan, di mana manusia merasa menjadi pusat segalanya dan menyalahgunakan pengetahuan untuk menindas bangsa lain.Di sinilah peran Manhaj Tarjih Muhammadiyah, yakni menyatukan kembali kemajuan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai ketuhanan, demi terwujudnya peradaban yang tidak hanya maju secara materi, tetapi juga luhur secara rohani.
Peringatan Isra Mi'raj 1447 H di Masjid Al-Ikhlas Artikel
26 Jan 2026
Admin

Peringatan Isra Mi'raj 1447 H di Masjid Al-Ikhlas

Alhamdulillah, dalam rangka memperingati peristiwa besar Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW, Masjid Al-Ikhlas akan menyelenggarakan pengajian akbar pada hari Sabtu, 1 Februari 2026.Acara ini akan diisi oleh Ustadz Abdul Rahman dengan tema "Pelajaran dari Perjalanan Isra Mi'raj untuk Kehidupan Sehari-hari". Diharapkan jamaah dapat mengambil hikmah dan meneladani kesabaran serta keteguhan iman Rasulullah SAW.Acara dimulai pukul 19:00 WIB dan terbuka untuk umum. Kami mengharapkan kehadiran seluruh jamaah untuk bersama-sama memperingati momen bersejarah ini.